PENGARUH KESENIAN SYARAFAL ANAM TERHADAP MORALITAS MASYRAKAT DESA NANTI AGUNG KECAMATAN TEBAT KARAI KABUPATEN KEPAHIANG

Authors

  • Serli Oktapia UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Keywords:

Kesenian Syarafal Anam, Moralitas, kesenian daerah

Abstract

Kesenian syarafal anam memiliki makna penting sebagai “kebersamaan dan kerjasama” antar masyarakat. Hal ini dibuktikan dengan penampilan grup syarafal anam pada setiap acara prosesi perkawinan, dan acara syukuran lainnya, Dalam kehidupan masyarakat Desa Nanti Agung, kecamatan Tebat Karai kabupaten kepahiang, kesenian syarafal anam disebut dengan “Bedikir” atau dalam bahasa Indonesia sama artiannya dengan berzikir, Bedikir merupakan serangkaian nilai-nilai transenden yang dimiliki bersama diantara para anggotanya. Terbentuknya grup  tersebut merupakan dinamisasi antara individu dalam masyarakat, ini menggambarkan adanya struktur social dan human social, yang tergabung dalam grup syarafal anam tersebut bukan hanya berasal dari golongan tua tetapi ada juga anggota muda. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan Asosiatif. Populasi dalam penelitian ini adalah terdiri dari seluruh masyarakat  desa nanti agung sebanyak 520 orang. Peneliti mengambil 10%dari jumlah populasi, maka jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 52 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan dokumentasi. Hasil penelitian terdapat Pengaruh Kesenian Syarafal Anam Terhadap Moralitas Masyarakat Desa Nanti Agung Kecamatan Tebat Karai kabupaten Kepahiang, yang menunjukkan adanya pengaruh positif variabel X terhadap variabel Y. Hal ini dapat di lihat dari persamaan regresi linier sederhana yaitu Y = 6,25 + 0,23 X dengan keeratan hubungan sebesar 0,75 dan kontribusi (sumbangan) sebesar 56,25%.

References

Ediwar, dkk. (2010). Kesenian Bernuansa Islam Suku Melayu Minangkabau. Jurnal melayu. (minangkabau) vol 5.

Haryani, O. (2013). Kesenian Syarafal anam dan Nilai –Nilai yang Terkandung Di Dalamnya Pada Masyarakat Serawai Dalam Adat Istiadat (Studi Kasus di Kelurahan Dusun Besar Kecamatan Singaran Pati). Skripsi. Fakultas ilmu sosial dan ilmu politik, Universitas Bengkulu.

Haryatmoko. (2011). Etika publik. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Idris, Rakhmad. (2015). Identitas Pengarang Puisi Mawlid Syarafal Al-Anam. Kantor Bahasa Provinsi Lampung Vol 18 No 2.

Iskarim, Muhammad. (2016). Dekadensi Moral di Kalangan Pelajar Revitalisasi Strategi PAI dalam Menumbuhkan Moralitas Generasi Bangsa. Edukasia Islamika. (Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Pekalongan) Vol 1, No 1.

Jati, Raharjo Wasisto. (2012). Tradisi, Sunnah & Bid’ah: Analisa Barzanji Dalam Perspektif Cultural Studies. el Harakah Vol.14 No.2.

Lontoh, W. Wadiyo & Udi Utomo. (2016). Syarofal Anam: Fungsionalisme Struktural pada Sanggar an-Najjam Kota Palembang. Jurnal Pendidikan Seni Volume II No.5.

Marzuki. (2015). Pendidikan Karakter Islam. Jakarta: Amzah.

Mela. (2020). Moderasi Beragama Dalam Menumbuhkan Sikap Toleransi Dan Moral Generasi Muda. Jakarta: Guepedia.

Munir, Samsul Amin. (2016). Ilmu Akhlak. Jakarta: Amzah.

Noor, Juliansyah. (2016). Metode Penelitian Skripsi Tesis Disertasi Dan Karyah Ilmiah. Jakarta: Prenamedia Grup.

Pulungan, S. (2011). Membangun Moralitas Melalui Pendidikan Agama. Jurnal Al-hikmah Vol. 8, No.1

Riadi, Dayun, dkk. (2017). Ilmu Pendidikan Islam. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Sagala, Syaiful. (2013). Etika Dan Moralitas Pendidikan Peluang Dan Tantangan. Jakarta: Prenadamedia Group

Sugiyono. (2017). Statistik Untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta.

Sukardi, Imam, dkk. (2003). Pilar Isam Bagi Pluralisme Modern. Solo: Tiga Serangkai.

Surur, Miftahus, dkk. (2022). Landasan Pendidikan. Bandung: Penerbit Media Sains Indonesia.

Syahidin, dkk. (2009). Moral Dan Kognisi Islam Buku Tes Pendidikan Agama Islam Untuk Perguruan Tinggi. Bandung: CV Alfabeta.

Syamsul, Bambang Arifin. (2018). Psikologi Agama. Bandung: CV Pustaka Setia.

Wirawan, Sarlito Sarwono. (2016). Psikologi Remaja. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada

Downloads

Published

30-08-2023