Analisis Perubahan Fungsi Ruang Rumah Tinggal Ogan pada Bangunan Doesoen Coffee dengan Pendekatan Adaptive Reuse
Keywords:
Adaptive reuse, Rumah Ogan, Doesoen Coffee., Pelestarian ArsitekturAbstract
Seiring perkembangan zaman, rumah tradisional mengalami perubahan fungsi akibat dinamika sosial, ekonomi, dan budaya. Adaptasi ini mencerminkan kebutuhan penghuni yang terus berkembang dalam aspek hunian, aktivitas sehari-hari, maupun pemanfaatan ruang modern. Salah satu fenomena yang muncul adalah transformasi rumah tradisional menjadi ruang usaha, seperti Doesoen Coffee. Perubahan ini merupakan bentuk adaptive reuse yang berpotensi mempertahankan nilai arsitektural dan budaya bangunan asli. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus melalui observasi lapangan, wawancara, dan studi literatur. Hasil menunjukkan alih fungsi ruang dilakukan secara kontekstual dengan tetap mempertahankan elemen arsitektural utama seperti struktur kayu tembesu, rumah panggung, dan ornamen ukiran, sehingga identitas rumah Ogan tetap terasa dalam fungsi barunya sebagai kafe. Meski menghadapi tantangan seperti degradasi struktur dan keterbatasan teknis, adaptive reuse pada Doesoen Coffee menciptakan ruang usaha modern yang tetap menjaga kesinambungan nilai budaya dan arsitektural bangunan tradisional. Dengan demikian, adaptive reuse menjadi strategi pelestarian dinamis dan kontekstual yang tidak hanya mempertahankan warisan fisik, tetapi juga memperkuat nilai budaya dalam konteks sosial ekonomi masa kini.

