A Review : Pengembangan Beton Ringan Seluler (CLC) yang Diperkuat Abu Terbang (Fly Ash) untuk Meningkatkan Kuat Tekan

Authors

  • Annisa Magnolia Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Lampung
  • Syaipudin Anwar Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Lampung
  • Nindya Indah Kusumawardani Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Lampung

Keywords:

Beton ringan seluler, Abu terbang, Kekuatan tekan, Reaksi pozzolanik, Insulasi termal

Abstract

Beton Ringan Seluler (Cellular Lightweight Concrete/CLC) merupakan material bangunan berkelanjutan yang menjanjikan karena memiliki densitas rendah, insulasi termal yang baik, kemudahan pengecoran, serta potensi pengurangan beban mati struktur yang signifikan. Penelitian ini merupakan tinjauan sistematis yang mensintesis dan mengevaluasi secara kritis temuan dari 75 publikasi terindeks Scopus dan Web of Science (2009–2024) yang berfokus pada pengembangan dan optimalisasi CLC yang diperkuat abu terbang—produk sampingan pembakaran batu bara yang diklasifikasikan dalam ASTM C618. Metode yang digunakan meliputi analisis komposisi fisikokimia abu terbang Kelas F dan Kelas C, pengaruh kandungan abu terbang (0–50% substitusi OPC), rasio air-binder, volume busa, dan kondisi perawatan terhadap kinerja mekanis CLC. Hasil kajian menunjukkan bahwa substitusi parsial OPC dengan 30–40% abu terbang Kelas F menghasilkan peningkatan kuat tekan 80–110% dibandingkan campuran kontrol pada umur 90 hari, disertai reduksi konduktivitas termal sebesar 35–45% dan penyerapan air sebesar 30–40%. Sistem CLC berbasis geopolimer menunjukkan keunggulan kinerja lebih lanjut. Kesimpulan kajian ini mengidentifikasi prioritas penelitian ke depan meliputi desain campuran berbasis machine learning, ketahanan iklim tropis jangka panjang, dan integrasi ekonomi sirkular untuk mendukung pengembangan protokol produksi CLC yang distandarisasi di Indonesia.

Downloads

Published

2026-06-08